Mengenal Lebih Dalam Tanda Gejala Nomophobia dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Mengenal Lebih Dalam Tanda Gejala Nomophobia dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Cara Mengatasi Gejala Nomophobia - Fahrinheit, Pada kesempatan sebelumnya kita sudah membahas cara mengetahui seorang pecandu smartphone (nomophobia). Setelah melakukan tes nomophobia maka kita dapat mengetahui apakah termasuk bukan penderita nomophobia, penderita nomophobia ringan, sedang ataupun berat. Namun mungkin masih banyak yang bertanya-tanya apa sih nomophobia itu? Apa tanda dan gejalanya? Serta bagaimana cara mengatasinya? Nah pada kesempatan kali ini fahrinheit akan membahas lebih dalam mengenai nomophobia, tanda gejalanya serta bagaimana cara mengatasinya jika sudah mengidap nomophobia.

Pengertian Nomophobia

pengertian-tanda-gejala-cara-mengatasi-nomophobia
Apa itu nomophobia? Nomophobia merupakan singkatan dari 'no mobile phone phobia' yang mana berarti seseorang yang menderita ini tidak akan merasa tenang jika jauh dari smartphonenya. Rasa phobia tidak bisa jauh dari smartphone ini menyebabkan si penderita akan selalu merasa cemas jika tidak bisa mengakses smartphonya, baik itu saat kehilangan sinyal, kehabisan baterai ataupun saat kehilangan smartphonenya.

Tanda Gejala Nomophobia

Apa tanda gejala dari nomophobia? Secara garis besar seorang penderita nomophobia selalu merasa tidak bisa jauh dari smartphonenya ataupun rasa takut tidak bisa mengakses gadgetnya. Adapun tanda gejalanya yang paling sering adalah :

1. Tidur Selalu Dekat dengan Smartphone

Seorang penderita nomophobia tidak bisa lepas dari smartphonenya, bahkan saat hendak beranjak tidur sekalipun. Ada perasaan tidak tenang jika smartphonenya tidak berada di dekatnya. Bahkan pada beberapa kasus, seorang penderita nomophobia akan merasakan gejala insomnia / susah tidur jika tidak ada smartphone di dekatnya.

2. Selalu Membawa Smartphone ke Kamar Mandi

Bukan hanya pada saat tidur, seorang penderita nomophobia akan selalu merasa tidak bisa jauh dari smartphonenya bahkan saat ingin ke kamar mandi tidak lupa selalu membawa smartphonenya. Penderita nomophobia merasa ada yang kurang jika tidak membawa smartphone ke dalam kamar mandi walaupun sebenarnya fungsi smartphone tersebut tidak digunakan saat di kamar mandi.

3. Merasa Cemas Saat Tidak Bisa Mengakses Smartphone

Penderita nomophobia bukan hanya merasa cemas saat jauh dari smartphonenya, namun juga akan merasa cemas saat tidak bisa mengakses smartphonenya walaupun berada d dekatnya. Rasa ketidakberdayaan atau 'nothing to do' akan muncul saat tidak mengakses smartphonenya, baik itu karena kehabisan baterai, kehilangan sinyal, tidak bisa terhubung ke internet dan lain sebagainya. Jika sudah mengalami hal ini maka seorang penderita nomophobia akan merasa moodnya tiba-tiba menjadi jelek dan tidak ada yang bisa dilakukan.

4. Panik Saat Kehilangan atau Tidak Bisa Menemukan Smartphonenya

Saat terbangun dari tidur hal pertama yang dilakukan oleh penderita nomophobia adalah mencari smartphonenya. Bahkan dalam keadaan tidur pun terkadang mencari smarphone di dekatnya, jika tidak dapat menemukannya maka akan terbangun secara tiba-tiba dan panik karena tidak menemukan smartphone di dekatnya. Jika anda sudah mengalami hal ini maka bisa dipastikan anda sudah terkena nomophobia.

Baca Juga : Cara Mengetahui Seorang Pecandu Smartphone dengan Tes Nomophobia

Cara Mengatasi Nomophobia

Yang namanya penyakit tentunya harus diatasi, termasuk nomophobia. Walaupun tidak berhubungan langsung dengan penyakit fisik namun jika dibiarkan terus menerus dapat mempengaruhi keadaan psikologis si penderitanya. Lalu bagaimana cara mengatasi nomophobia? Berikut beberapa langkah untuk mengatasi nmophobia yang bisa anda lakukan :

1. Lebih Banyak Bersosialisasi di Dunia Nyata

Media sosial tentunya memudahkan kita dalam bersosialisasi dan bersilaturahmi. Namun jangan lupakan kehidupan sosial di dunia nyata anda. Fungsi media sosial hanya berfungsi untuk bersilaturahmi dengan kerabat yang jauh. Jangan lupa ada orang di sekitar anda, sebagai makhluk sosial anda harus bersosial dengan orang-orang di sekitar, baik itu saat gotong royong, acara perkawinan dekat rumah dan lain sebagainya.

2. Mengurangi Aplikasi Smartphone yang Tidak Penting

Aplikasi merupakan hal utama yang menjadi alasan kenapa seseorang sering tidak bisa lepas dari smartphone. Keberadaan aplikasi menjadikan seseorang semakin nyaman dengan smartphonenya. Hal ini tentunya menyebabkan anda sering mengutak atik smartphone. Untuk itu mulailah mengurangi hal tersebut dengan uninstall atau menghapus aplikasi yang tidak penting. Cukup gunakan aplikasi yang penting saja, misalkan untuk pekerjaan atau berhubungan dengan kerabat jauh.

3. Mengganti Smartphone dengan Aktivitas Lain

Untuk mengurangi penggunaan smartphone maka cobalah menggantinya dengan aktivitas lain. Jangan habiskan waktu anda hanya dengan smartphone karena masih banyak aktivitas berguna lainnya yang dapat anda lakukan. Mulailah dengan melakukan aktivitas yang anda sukai misalkan berolahraga, membaca buku dan lain-lainnya yang lebih berguna. Kesibukan ini tentunya dapat membuat anda melupakan smartphone untuk sejenak.

4. Mematikan Notifikasi Smartphone

Selain mengurangi aplikasi yang tidak penting, anda juga harus mematikan notifikasi beberapa aplikasi smartphone anda. Hal ini bertujuan agar fokus anda tidak teralihkan saat mengerjakan aktivitas lainnya. Anda cukup mengaktifkan notifikasi yang penting saja misalkan berhubungan dengan pekerjaan, sekolah dan lain-lainnya. Ingat hanya yang penting saja !

5. Menerapkan Waktu Bebas Smartphone

Untuk yang ini harus memerlukan komitmen dari pribadi anda sendiri. Mulailah untuk menerapkan waktu batas smartphone dan lakukan aktivitas lainnya yang lebih bermanfaat dan tidak melulu menggunakan smartphone. Terapkan secara perlahan misalkan dalam waktu sehari ada 5 jam waktu bebas smartphone di luar jam tidur, besoknya 6 jam dan seterusnya hingga anda mulai terbiasa tidak tergantung dengan smartphone

Nah itulah tadi pembahasan nomophobia secara lebih dalam mulai pengertian, tanda gejala hingga bagaimana cara mengatasi nomophobia. Pada dasarnya penyakit ini memang tidak berhubungan langsung dengan fisik, namun jika dibiarkan secara terus menerus dapat mempengaruhi psikologis dan kesehatan.

Tentunya hal ini tidak boleh dibiarkan menjadi-jadi karena kita harus dapat membedakan kapan waktu dengan smartphone dan kapan waktu melakukan aktivitas lainnya tanpa harus ketergantungan dengan smartphone. Demikian artikel kali ini, semoga bermanfaat.
Fahrinheit
Fahrinheit

"Blogger Paruh Waktu, Pemimpi Pengangguran Sukses."

Buka Komentar
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments