Contoh Konsep Masyarakat Untuk Tinjauan Pustaka Skripsi

Contoh Konsep Masyarakat Untuk Tinjauan Pustaka Skripsi

Tinjauan Pustaka Konsep Masyarakat - Fahrinheit, Tinjauan pustaka merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam penyusunan makalah atau tugas akhir. Adanya tinjauan pustaka ini menjadikan sumber landasan penulis dalam melakukan penelitiannya. Dalam kata lain tinjauan pustaka juga berarti modal dasar yang mendukung dalam pembentukan hasil penelitian nantinya.

contoh-konsep-masyarakat-tinjauan-pustaka
Dalam membuat tinjauan pustaka tentunya tidaklah mudah karena harus mengumpulkan informasi dan sumber-sumber yang berasal dari manapun untuk menunjang penelitian yang akan dilakukan. Sumber tinjauan pustaka haruslah kredibel, terpercaya. dapat dipertanggung jawabkan dan berdasarkan hasil penelitian terbaru.

Pembuatan tinjauan pustaka ini tentunya tidaklah mudah karena harus mencari berbagai sumber ataupun data baik itu dari buku, jurnal ataupun sumber lainnya. Hal ini pun pernah admin alami sendiri saat pembuatan tugas akhir kuliah.

Pada kesempatan sebelumnya, fahrinheit sudah berbagi contoh tinjauan pustaka tentang konsep pengetahuan dan konsep filariasis. Nah pada artikel kali ini, admin akan membagikan contoh tinjauan pustaka lainnya yaitu tentang konsep masyarakat. Contoh yang akan admin lampirkan kali ini juga berdasarkan pengalaman admin sendiri dalam pembuatan tinjauan pustaka. Semoga dengan adanya contoh ini dapat membantu anda yang sedang mencari referensi ataupun sumber untuk tinjauan pustaka tentang konsep masyarakat. Baiklah langsung saja berikut di bawah ini contohnya :

TINJAUAN PUSTAKA KONSEP MASYARAKAT


1. Definisi Masyarakat

Istilah masyarakat berasal dari bahasa Arab, yaitu syraka atau syaraka yang artinya ikut serta atau berpartisipasi. Dalam bahasa Arab sendiri masyarakat disebut dengan sebutan mujtama’, yang menurut Ibn Manzur dalam Lisan al ‘Arab mengandung arti, pertama, pokok dari segala sesuatu, yakni tempat tumbuhnya keturunan; kedua, kumpulan dari orang banyak yang berbeda-beda. Sedangkan musyarakah mengandung arti berserikat, bersekutu dan saling bekerja sama. Jadi dari kata musyarakah dan mujtama’ sudah dapat ditarik pengertian bahwa masyarakat adalah kumpulan dari orang banyak yang berbeda-beda tetapi menyatu dalam ikatan kerja yang sama dan mematuhi peraturan yang telah disepakati bersama. (Mubarak, 2009: 28)

Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang saling bergaul, atau dengan istilah lain saling berinteraksi. Kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat-istiadat tertentu yang bersifat kontinu dan terikat oleh suatu rasa identitas bersama. (Mubarak & Chayatin, 2009: 101)

2. Proses Terbentuknya Masyarakat

Kelompok sosial (masyarakat) terbentuk karena manusia-manusia menggunakan pikiran, perasaan dan keinginan-keinginannya dalam memberikan reaksi terhadap lingkungannya. Hal ini terjadi karena manusia mempunyai dua keinginan pokok, pertama, keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lainnya dan keinginan untuk menyatu dengan lingkungan alamnya. Kedua, manusia mempunyai naluri untuk selalu berhubungan dengan sesamanya. Hubungan yang berkesinambungan tersebut menghasilkan pola pergaulan yang dinamakan mengenai kebaikan dan keburukan. Pandangan-pandangan tersebut merupakan nilai-nilai manusia yang kemudian sangat berpengaruh terhadap cara dan pola perilakunya.

Masyarakat terbentuk dari berbagai unsur antara lain, pertama, kategori sosial, kedua, golongan sosial, ketiga, komunitas, keempat, kelompok dan kelima, perhimpunan.
  • Kategori sosial, yaitu kesatuan manusia yang terwujud karena hanya suatu ciri-ciri objektif yang dikenakan kepada manusia-manusianya, seperti seks, usia dan pendapatan. Masyarakat bisa disebut sebagai kategori sosial apabila memiliki kriteria, seperti tidak ada interaksi anggota, tidak ada ikatan moral bersama yang dimiliki dan tidak ada harapan-harapan peran.
  • Golongan sosial, yaitu suatu kesatuan manusia yang ditandai dengan ciri-ciri tertentu dan seringkali ciri-ciri itu dikenakan kepada mereka dari pihak luar kalangan mereka sendiri. Namun, golongan sosial terikat oleh sistem nilai, moral dan adat istiadat tertentu.
  • Komunitas, yaitu suatu kesatuan hidup manusia yang menempati wilayah yang nyata dan berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat dan terikat atau dibatasi wilayah geografi
  • Kelompok, yaitu sekumpulan manusia yang berinteraksi antar anggotanya, mempunyai adat istadat tertentu, norma-norma berkesinambungan, adanya rasa identitas yang sama, punya organisasi dan mempunyai sistem pimpinan.
  • Perhimpunan, yaitu kesatuan manusia yang berdasarkan pada sifat, tugas dan atau guna, dimana sifat hubungannya berupa kontrak dan pimpinan yang ada hanya berdasarkan wewenang dan kontrak.
(Mubarak, 2009: 31)

3. Ciri-Ciri Masyarakat

Ciri-ciri masyarakat diantaranya adalah:
  • Saling bergantung dan menempati wilayah dengan batas tertentu.
  • Adanya kesinambungan dalam waktu.
  • Merupakan kesatuan hidup bersama yang saling berinteraksi di antara sesama anggota dan berkesinambungan.
  • Memiliki kebiasaan-kebiasaan, adat istiadat, norma-norma, hokum serta aturan-aturan yang mengatur semua pola tingkah laku warga dan dipatuhi oleh seluruh anggota kelompok.
  • Memiliki identitas atau ciri-ciri kepribadian yang sama, kuat dan mengikat seluruh warganya, seperti berupa bahasa, pakaian, simbol-simbol tertentu (perumahan), benda-benda tertentu (mata uang, alat pertanian dan lain-lain).
  • Merupakan suatu sistem hidup bersama. Sistem hidup bersama menimbulkan kebudayaan karena mereka merasa dirinya terkait satu dengan yang lainnya.
(Mubarak, 2009: 30)

Sedangkan ciri-ciri masyarakat yang sehat menurut Mubarak & Chayatin (2009: 101) adalah:
  • Adanya peningkatan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat
  • Mampu mengatasi masalah kesehatan sederhana melalui upaya pengangkatan kesehatan (health promotion), pencegahan penyakit (health prevention), penyembuhan penyakit (curative health) dan pemulihan kesehatan (rehabilitative health), terutama untuk ibu dan anak
  • Berupaya untuk meningkatkan kesehatan lingkungan, terutama penyediaan sanitasi dasar yang dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan mutu lingkungan hidup
  • Selalu meningkatkan status gizi masyarakat berkaitan dengan peningkatan status sosial ekonomi masyarakat
  • Berupaya selalu menurunkan angka kesakitan dan kematian dari berbagai sebab dan penyakit

4. Indikator yang Berhubungan dengan Derajat Kesehatan Masyarakat

Berikut ini adalah indikator yang berhubungan dengan derajat kesehatan masyarakat:

a. 10 Indikator menurut Sistem Kesehatan Nasional atau 12 Indikator menurut H.L. Blum
  1. Life Span: yaitu lamanya usia harapan hidup dari masyarakat, atau dapat juga dipandang sebagai derajat kematian masyarakat yang bukan karena mati tua
  2. Disease or infirmity: yaitu  keadaan sakit atau cacat secara fisiologis dan anatomis dari masyarakat
  3. Discomfort or illness: yaitu keluhan sakit dari masyarakat tentang keadaan somatic, kejiwaan maupun sosial dari dirinya
  4. Disability or incapacity: yaitu ketidakmampuan seseorang dalam masyarakat untuk melakukan pekerjaan dan menjalankan peran sosialnya karena sakit
  5. Participation in health care: yaitu kemampuan dan kemauan masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga dirinya untuk selalu dalam keadaan sehat
  6. Health behavior: yaitu perilaku nyata dari anggota masyarakat secara langsung berkaitan dengan kesehatan
  7. Ecological behavior: yaitu perilaku masyarakat terhadap lingkungan, spesies lain, sumber daya alam dan ekosistem
  8. Sosial behavior: yaitu perilaku anggota masyarakat terhadap sesamanya, keluarga, komunitas dan bangsanya
  9. Interpersonal relationship: yaitu kualitas komunikasi anggota masyarakat terhadap sesamanya
  10. Reserve or positive health: yaitu daya tahan anggota masyarakat terhadap penyakit, atau kapasitas anggota masyarakat dalam menghadapi tekanan-tekanan somatic, kejiwaan dan sosial
  11. Exsternal satisfaction: yaitu rasa kepuasan anggota masyarakat terhadap lingkungan sosialnya meliputi: rumah, sekolah, pekerjaan, rekreasi, transportasi dan sarana pelayanan kesehatan yang ada
  12. Internal satisfaction: yaitu kepuasan anggota masyarakat terhadap seluruh aspek kehidupan dirinya sendiri

b. Indikator Sehat menurut WHO
a) Indikator yang berhubungan dengan keadaan status kesehatan masyarakat, meliputi:
  1. Indikator komprehensif, angka kematian kasar atau CDR (Crude Date Rate) menurun, rasio angka kematian (mortalitas) proposional menurun dan usia harapan hidup meningkat (life expectancy rate)
  2. Indikator spesifik, angka kematian ibu dan anak menurun, angka kematian karena penyakit menular menurun dan angka kelahiran menurun

b) Indikator pelayanan kesehatan:
  1. Rasio antara tenaga kesehatan dan jumlah penduduk seimbang
  2. Distribusi tenaga kesehatan merata
  3. Informasi lengkap tentang jumlah tempat tidur di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lain
  4. Informasi tentang jumlah sarana pelayanan kesehatan, diantaranya: rumah sakit, puskesmas, rumah sakit, poliklinik dan pelayanan kesehatan lainnya
(Mubarak & Chayatin, 2009: 102)

5. Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Masalah-Masalah Kesehatan Masyarakat di Indonesia

a. Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan yang sering menjadi penyebab masalah dalam masyarakat adalah kurangnya peran serta masyarakat dalam mengatasi kesehatan dan kurangnya rasa tanggung jawab masyarakat dalam bidang kesehatan.

b. Faktor Perilaku dan Gaya HidupMasih banyaknya insiden kebiasaan masyarakat yang dapat merugikan kesehatan dan adat istiadat yang kurang bahkan tidak menunjang kesehatan.

c. Faktor Sosial Ekonomi
  • Tingkat pendidikan masyarakat di Indonesia sebagian besar masih rendah
  • Kurangnya kesadaran dalam pemeliharaan kesehatan
  • Penghasilan masyarakat sebagian besar masih rendah dan angka pengangguran yang tinggi.
  • Kemiskinan.

d. Faktor Sistem Pelayanan Kesehatan
Cakupan pelayanan kesehatan belum menyeluruh, upaya pelayan kesehatan sebagian masih berorientasi pada upaya kuratif serta sarana dan prasarana belum dapat menunjang pelayanan kesehatan.
(Mubarak & Chayatin, 2009: 104)

Nah itulah tadi contoh tinjauan pustaka skripsi tentang konsep masyarakat. Semoga dengan adanta contoh di atas dapat menjadikan tambahan sumber bagi anda yang sedang mengerjakan karya tulis, skripsi, tugas akhir, dan lain-lainnya. Untuk contoh tinjauan pustaka lainnya dapat anda lihat pada kolom baca juga di bawah atau dengan melakukan pencarian di kolom pencarian di atas. Demikian artikel kali ini, semoga bermanfaat.
Fahrinheit
Fahrinheit

"Blogger Paruh Waktu, Pemimpi Pengangguran Sukses."

Buka Komentar
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments